Kadangkala anak kita yang masih kecil melontarkan pertanyaan yang mungkin menurut kita orang tua tidak perlu ditanyakan, namanya juga anak-anak.

Seorang anak usia 2 tahun bertanya kepada ibunya, “Ibu, kalo nanti ibu sudah tua, nanti yang jadi ibunya siapa?. Si ibu menjawab sambil sedikit bingung, “ya tetap ibu”. Si anak…

Jika Anda dipercaya menjadi QA Lead atau satu-satunya QA di suatu organisasi yang tidak tau arah harus kemana dan bagaimana, mungkin karena sudah terlalu nyaman dan sibuk dengan aktifitas hari ke hari. Hal ini mungkin bisa Anda terapkan di tempat Anda bekerja saat ini.

© Freepik.com

Saya ingin berbagi bagaimana mengelola pekerjaan…

REST dan HTTP sangat erat kaitannya. Ketika kita ingin membuat sebuat REST Server pasti kita akan menggunakan protokol HTTP. Sebelumnya mari kita tinjau pengertiannya.

Representational State Transfer (REST) is a software architectural style that defines a set of constraints to be used for creating Web services

REST API bisa dibilang…

Pada zaman dahulu kala, membuat aplikasi hanya mengenal aplikasi desktop dan aplikasi web. Belum ada mobile app, iot, cloud computing. Dan yang membuat aplikasi web biasanya disebut Web developer, Web designer. Belum ada yang namanya Front End Dev, Back End Dev, Full Stack Dev, apalagi Dev Ops.

API membuat kita…

Gambar dari www.perthnow.com.au

Pernah saya amati ketika keluar dari sebuah stasiun KRL. Orang-orang penuh berjalan begitu lambat, masing-masing memegang gadget di tangannya dengan pandangan menunduk penuh khusyuk.

Kenapa mereka membuka gadget ketika berjalan? Mungkin saja karena melihat orang-orang di depan berjalan begitu lambat. Tapi mungkin mereka yang di depan berjalan lambat karena jalan sambil bermain gadget?

Gadget membuat berjalan menjadi lambat, berjalan lambat membuat orang membuka gadget

Gambar dari www.evidenceinmotion.com

If you are sitting at dinner with your friend, and you are texting somebody who is not there. That is a problem! That is an addiction!

Itu kata-kata yang saya dapati di sebuah video yang membahas “milenial”, tapi lebih dari itu kata-kata tersebut bagaikan cambuk untuk kita semua terutama diri sendiri

Bagaimana bisa seringkali kita mengabaikan orang yang ada di hadapan kita dengan memprioritaskan orang yang entah ada di mana. Atau jangan-jangan itu terjadi pada kita, ketika ada orang di hadapan kita, istri kita, orang tua kita, anak-anak kita, bahkan guru-guru kita, justru kita malah:

  1. Mengangkat telfon kemudian berbicara dengan orang di telepon dengan sangat lama
  2. Chatting dengan menggunakan aplikasi apapun itu
  3. Mengarahkan mata ke gadget, entah ada apa.

Lebih penting mempersiapan KEMATIAN dari pada mempersiapkan HARI TUA, karena KEMATIAN itu pasti sedangkan HARI TUA belum pasti.

Gambar dari www.manado.tribunnews.com

Kita semua tahu, kita semua sadar, atau mungkin tidak sadar, atau bahkan ada yang tidak tahu?

Tulisan ini lebih untuk nasihat diri sendiri, yang terkadang luput karena jarang memikirkan kematian yang itu pasti, tapi justru memikirkan esok hari yang itu belum tentu.

Tapi mengapa banyak orang pintar yang begitu mengejar dunia, sampai lupa mati, lupa akhirat, apa mereka sebenernya tidak pintar?

Fadly Mahendra

Test Engineering Manager at Bukalapak

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store